Gambaran Anak dalam Al Qur’an

Share this

SMMC.or.id. — Sesungguhnya Allah telah menggambarkan kondisi seorang anak di dalam Al-Qur’an. Demikian materi pengajian bulanan SMMC 1998 yang diselenggarakan pada 20 Januari 2018 (03 jumadil awal 1349 H) lalu di Medan. Oleh Ustadz Fahmi Arief sebagai narasumber, dijelaskan  bahwa kondisi anak dalam Al-Quran terbagi atas 4 kelompok.

1. Anak sebagai musuh

Allah SWT berfirman dalam QS. At-Taghaabun ayat 14: “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu mema’afkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Kondisi saat ini yang dapat dilihat, adalah kejadian ada anak yang tega membunuh orang tua nya, ada anak yang memilih keluar dari aqidah berseberangan keyakinan dengan orangtua, dll.

2. Anak sebagai fitnah

Dalam QS. At-Taghaabun ayat 15, Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Gambaran saat ini, ditandai apabila anak sudah tidak memiliki rasa malu di hatinya untuk berbuat maksiat.  Anak lebih memilih kegiatan duniawi dibandingkan majelis ibadah.

3. Anak sebagai perhiasan dunia semata

Dalam QS. Al-Kahf ayat 46, Allah SWT berfirman: “Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.”

Dicontohkan sebuah keluarga yang memiliki 3 orang anak yang berpendidikan tinggi, pintar, sukses karier dan mapan.  Namun sayang di akhir hayat orangtua nya tidak satupun anak-anaknya yang mampu menunaikan fardu kifayah ayah ibu nya, tidak mampu menjadi imam jenazah orangtuanya.

Kesedihan yang paling mendalam akan dirasakan orangtua saat lidah tercekat dikerongkongan ketika sakratul maut datang dan melihat tidak satupun anak keturunannya mampu menyolatkannya, menghantarkannya dengan untaian doa keliang lahat.

4. Anak sebagai penenang hati

Ini adalah kondisi anak yang paling di idam-idamkan. Dalam QS. Al-Furqan ayat 74, Allah SWT berfirman: “Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”

Anak yang dimaksud adalah anak yang senantiasa menyejukkan hati, mampu menjadi imam jenazah kedua orang tuanya. Anak yang dengan kesolehannya mendoakan kedua orangtua nya, santun dan lemah lembut bahasanya. Anak yang di setiap sholatnya senantiasa mengangkat tangannya secara mengucapkan “Allaahummaghfirlii waliwaalidayya warham humma kamaa rabbayaa nii shaghiiraa”.

Semoga seluruh jemaah pengajian SMMC 1998 di anugerahkan Allah SWT anak-anak yang Qurrata a’yuun.  Aamiin Ya Rabbal’alamin.

Pengajian SMMC 1998
03 jumadil awal 1349 H

Semoga berkah di setiap langkah

Humas SMMC 98

#PengajianAngkatan 98
#PengajianSMMC
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

Share this

One Comment on “Gambaran Anak dalam Al Qur’an”

  1. Semoga suatu saat kita Allah SWT memberikan kita anak seperti yang dimaksud diatas. Aminn Ya Rabbal Alamin…. Jika boleh tau sejak kapan Pengajian SMMC 1998 ini dilaksanakan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *