Ribath setelah Ramadhan

Share this

SMMC.or.id. — Guyuran hujan yang membasahi kota Medan di Jum’at pagi, 21 Juni 2018, tidak mengurangi semangat para anggota pengajian Ibnu Sina SMMC 92 untuk menghadiri acara silaturahim angkatan. Bertempat di Kafe Kopi Takar Jl. Setiabudi, acara silaturahim ini dikemas dalam kegiatan Pengajian dan HBH 1 Syawal 1439 H.

Para anggota pengajian kali ini datang tidak hanya dari berbagai daerah, melainkan juga berbagai Negara.  Anggota SMMC 92 yang tinggal di Qatar, Malaysia, Bandung, Jakarta, Tanggerang Selatan dan Medan pastinya, berkumpul bersama di acara ini.

Suasana silaturahim yang akrab penuh kasih sayang, semakin lengkap dengan kehadiran Ustadzah Ronni Rezkita. Ustadzah yang sering disapa dengan Bunda Roni, memberikan tausiyah mengenai Ribath setelah Shaum Ramadhan.

Makna Ribath

Ribath arti nya siap siaga (QS. Ali Imran ayat 200). Ribath itu lebih berat dari berbuat sabar dan sabar yang lebih lagi. Setelah shaum Ramadhan hendaknya senantiasa siap siaga untuk terus melakukan kebiasaan-kebiasaan baik kita di bulan Ramadhan.

Shaum Ramadhan merupakan latihan bagi kita untuk menjadi hamba Allah. Seperti yang tercantum dalam QS. Al Balad ayat 10-18, yang artinya’ “Dan Kami telah menunjukkan kepadanya dua jalan (Kebajikan dan Kejahatan). Tetapi dia tidak menempuh jalan yang mendaki dan sukar. Dan tahu kah kamu apakah jalan yang mendaki dan sukar itu? (yaitu) melepaskan perbudakan (hamba sahaya), atau memberi makan pada hari terjadi kelaparan, (kepada) anak yatim yang ada hubungan kerabat, atau orang miskin yang sangat fakir. Kemudian dia termasuk orang-orang yang beriman, dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan.”

Merutinkan Kegiatan Baik di Ramadhan

Begitu pula hendaknya kegiatan yang rutin dilakukan SMMC 92 ini. Selalu berkumpul dalam balutan silaturahim, saling berpesan dalam bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Insya Allah termasuk ke dalam golongan kanan yang selalu siap siaga dapat terus  melakukan hal-hal yang baik di bulan Ramadhan.

Kegiatan pengajian ini di akhiri dengan shalat zuhur berjamaah dan dilanjutkan dengan acara ramah tamah dan makan bersama. Berbagai pengganan lebaran khas Medan seperti: Lontong sayur, roti jala, serabi, kolang kaling, halua, puding, es cincau, kurma dan tak ketinggalan pizza dan bolu Raisa serta berbagai macam aneka kue telah tersusun rapi, siap memanjakan lidah. Alhamdulillah.

Taqabbalallahu minna wa minkum

Humas SMMC 1992

#PengajianAngkatan 1992
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *