Keutamaan Beramal di Dzulhijjah

Share this

SMMC.or.id. — Menyongsong datangnya bulan Dzulhijjah 1439 H, pengajian rutin SMMC 1992 mengambil tema Keutamaan Beramal di bulan Dzulhijjah. Pengajian dilaksanakan pada Ahad 29 Juli 2018 di rumah Kel. Indra. Materi pengajian dibawakan oleh Ustad Muhammad Zuhirsyan, Lc, MA.

Ibnu Abbas berkata, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan (Al Hajj:28), ialah sepuluh hari (yang pertama dalam bulan Dzulhijjah); dan beberapa hari yang berbilang (Al-Baqarah:203) ialah hari-hari tasyrik.” [Hadist Bukhari Muslim].

Ibnu Umar dan Abu Hurairah biasa pergi ke pasar pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah sambil bertakbir, dan orang-orang yang di belakangnya turut bertakbir mengikuti takbirnya. [Hadist Bukhari Muslim].

Ibnu Abbas mengatakan bahwa Nabi saw bersabda, “Tidak ada amalan pada hari-hari lain yang lebih utama daripada sepuluh hari ini?” Mereka menjawab,”tidakkah jjhad (lebih utama)?” Beliau bersabda, “Bukan pula jihad, kecuali orang yang keluar dengan mempertahankan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan sesuatu pun”. [Hadist Bukhari Muslim]

Ada banyak amalan-amalan yang bisa kita lakukan sebelum masuk 10 Dzulhijjah, yaitu puasa, banyak bertakbir, dan diikuti dengan berqurban di 10 Dzulhijjah. Begitu besar pahala amalan di 10 hari pertama bulan Dzulhijjah ini bahkan Rasulullah mengatakan lebih utama dari hari-hari lain, namun masih banyak umat kita yang tidak melaksanakannya.

Mari kita mempersiapkan diri menyambut datangnya bulan Dzulhijjah dengan amalan-amalan terbaik kita.

Humas SMMC 1992

Simak materi pengajian lainnya di sini

#PengajianAngkatan 1992
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

 

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *