Motor Perjuangan untuk Fadly, Dai Tanah Karo

Share this

SMMC.or.id. — “Kereta lama ini payah hidupnya, harus diengkol berkali-kali, kalau dia mau hidup ya hidup.  Di jalan sering mogok juga,” tutur Fadly saat mengisahkan kereta yang sehari-hari menemaninya ke ladang dan dakwah.

Muhammad Fadly Marpaung (SMMC 2008), adalah ustad di Pertapakan, Kecamatan Kuta Buluh, Tanah Karo.  Dusunnya berjarak sekitar 120 km dari Kota Medan. Baginya yang jauh dari pusat keramaian, kehadiran kereta (istilah motor untuk orang Sumatera Utara) sangat penting untuk mendukung kegiatan dakwahnya.

Selama ini, kereta Poswan lamanya itu setia menemani kesehariannya, meski belakangan hanya mampu ke lokasi sekitar dusunnya saja. Maklum, selain payah hidup dan sering mogok, juga sangat boros bahan bakar dan tak berlampu, sehingga tidak memungkinkan mengantarnya pergi jauh dari dusunnya.

Kehidupan ekonomi yang cukup sulit, dengan hanya mengandalkan upah menggarap ladang dan honor pertiga bulan sebagai tenaga penyuluh agama, menyebabkan membeli bahan bakar kereta harus penuh pertimbangan.

Padahal, sebagai seorang tenaga honorer penyuluh agama Kementerian Agama Kabupaten Karo, tanggung jawab Fadly cukup besar. Jamaahnya pun cukup banyak, di beberapa desa se Kecamatan Kuta Buluh.  Belum lagi sering juga diminta mengajar agama Islam di sebuah SD negeri yang jauh dari dusunnya, karena sudah beberapa bulan tak punya guru agama.

“Sebenarnya saya pun belum mampu untuk mengajar karena keterbatasan ilmu yang saya miliki. Tapi karena prihatin melihat mereka, jadi semangat saya terdorong untuk ke sana kemari. Saya niatkan untuk mengajari anak-anak itu agar mengerti tentang Islam, dan tidak berpindah agama,” lanjut Fadly.

Motor untuk Dai dari SMMC

Smansa Medan Muslim Community (SMMC), melihat semangat dan kesungguhan Fadly, serta tantangan yang dihadapinya.  Melalui dana Tebar Berkah Ramadhan (TeBar) 1439 H lalu, SMMC mendukung perjuangan dakwah Fadly dengan berbagi berkah berupa sebuah sepeda motor baru.

Sehari sebelum perayaan Kemerdekaan RI ke-73, sebuah motor Honda New Revo Fit warna hitam ber list merah telah diberikan kepada Fadly.  Motor dibeli di sebuah show room di Kabanjahe.  Ade Gajah Kurniawan SMMC 1993 selalui PIC kegiatan melakukan pembelian dan menyerahkan motor tersebut kepada Fadly.

Penyerahan TeBaR Motor untuk Ustad Fadly (16-08-18)

“Pertama kali saya ditelpon Bang Ade, mau diajak makan bebek katanya,” cerita Fadly mengenang momen membahagiakan itu.  Betapa tidak senang, selama tinggal di Pertapakan sejak 2015, Fadly belum pernah makan daging bebek lagi.

“Mau makan bebek, kenapa ke sini?,” batin saya heran ketika Bang Ade mengatakan sudah menunggu di sebuah show room motor di Kabanjahe.

“Mau ditraktir bebek, tapi bebek yang ada mesinnya,” ucap Bang Ade sambal tersenyum lebar, sesaat setelah mereka bertemu. “Tak ayal mata saya berkaca-kaca, jantung berdetak kencang, perasaan campur aduk, haru, dan senang,” lanjut Fadly.

Kemudian sebuah kereta pun ditunjukkan.  Kereta yang sudah lama diimpikan oleh Fadly, yang minyaknya irit, bodynya cantik, “Alhamdulillah, saya seneeeeng banget!”

Ustad Fadly dengan motor barunya

Setelah urusan administrasi selesai, sebelum Fadly beranjak kembali ke Pertapakan, dilaksanakan foto-foto dokumentasi dan diskusi sebentar membahas rencana Qurban SMMC di Pertapakan.

Tidak Takut Mogok Lagi

“Alhamdulillah sekarang saya bisa mudah keliling Kecamatan Kuta Buluh, ceramah pada Ibu-Ibu maupun remaja-remaja, juga mengikuti pertemuan para dai se Kabupaten Karo. Tidak takut lagi mogok keretanya karena kehujanan. Tidak takut kemalaman lagi, karena kereta barunya lengkap sudah ada lampunya,” tutur Fadly dengan semangat ketika ditanya manfaat kereta barunya.

“Saya pun bisa ke desa-desa yang tak pernah masuk dakwah ke sana.  Menetes air mata saya ketika tahu ada masyarakat Muslim di sana yang tak pernah sholat ied dan kepengin kali ada pengajian di desanya,” lanjut Fadly.

Pengajian di salah satu desa

“Terima kasih kepada seluruh anggota SMMC yang sangat mendukung dakwah di sini. Mudah-mudahan selalu diberikan Allah kekuatan  agar berdakwah di daerah minoritas Muslim di Karo ini dapat terus menyebar luas. In syaa Allah makin menguatkan Islam di sini dan mencegah pindahnya agama warga yang belum banyak mengerti tentang Islam ini.” kata Fadly di akhir ceritanya.

Ustad Fadly (kiri) bersama dai Tanah Karo lainnya

Alhamdulillah semoga TeBaR motor untuk dai ini diberi keberkahan oleh Allah SWT.  Jazaakumullaahi khairan untuk seluruh anggota SMMC yang telah berkontribusi. Baraakallaahu fiikum

Humas SMMC

Simak laporan TeBaR 1439 H di sini

#TebarBerkahRamadhanSMMC
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *