Istighfar

Istighfar Pengajian Akhwat SMMC
Share this

SMMC.or.id — Istighfar adalah materi pengajian akhwat SMMC pada September 2018 ini.  Bertempat di Masjid Al Musabbihin, Komplek Tasbih – Medan, sekitar 57 akhwat SMMC berkumpul dalam majelis ilmu yang dibimbing oleh Ustadzah Roni Rezkitta Siregar.  Selain pengajian, acara ini juga sekaligus wadah silaturahim akhwat SMMC dan berbagi informasi kegiatan-kegiatan SMMC.

Istighfar

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mencontohkan pada umatnya untuk memperbanyak istighfar. Karena manusia tidaklah luput dari kesalahan dan dosa, sehingga istighfar dan taubat mesti dijaga setiap saat.

Istighfar bermakna memohon ampunan kepada Allah SWT secara lisan dan hati, yang kemudian dilanjutkan dengan tindakan menghentikan dosa yang mohon diampuni tersebut. Apabila masih melakukan dosa tersebut, maka istighfar yang dipanjatkan akan dianggap mempermainkan Allah SWT.

Tentang istighfar dapat ditemui dalam Al-Qur’an pada beberapa ayat berikut:

QS. Az Zumar (39) ayat 53-55:
[39:53] Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.

[39:54] Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepada-Nya[7] sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong.

Dalam kedua ayat tersebut dijelaskan Allah menerima taubat dan memberikan ampunan, apabila kita ta’at Allah akan menurunkan rahmatNya. Di dalam kehidupan, kita tidak boleh menghakimi orang yang salah jalan, karena Allah menerima taubat daripada orang yang akan kembali ke jalanNya sebelum datangnya azab.

[39:55] “Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Tuhanmu[9] sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadari”.

Di dalam ber Islam itu, janganlah kita amatiran. Ikutilah Al qur’an.

QS. Al Baqarah (2) ayat 199:

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (‘Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Ibadah waktu wukuf di Arafah adalah Istighfar. Istighfar itu adalah buah dari ketaatan kita kepada Allah. Sebagai puncak penghambaan kita kepada Allah.

QS. Ali Imran (3) ayat 16-17:
[3:16] (Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”

[3:17] (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.

Jadi, agar istighfar diterima haruslah kita beriman dan orang beriman itu memiliki sifat sabar. Sabar itu adalah bersabar kita menunggu janji Allah.

Mengenai sabar, ada di dalam QS. Fusilat (41) ayat 34-35:
[41:34] Dan tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, sehingga orang yang ada rasa permusuhan antara kamu dan dia akan seperti teman yang setia.

[41:35] Dan (sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar

Jadi sabar itu akan membuat kita beruntung.

QS. Ali Imran (3) ayat 135-136:
[3:135] Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

[3:136] Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

QS. An Nisa (4) ayat 106:

dan mohonlah ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

QS. An Nisa (4) ayat 110:

Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang..

QS. Al Mukminun (23) ayat 57:

Sungguh, orang-orang yang karena takut (azab) Tuhannya, mereka sangat berhati-hati.

QS. Nuh (71) ayat 10-12:
[71:10] maka aku berkata kepada mereka, “Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu[19], sungguh, Dia Maha Pengampun.”

[71:11] Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu.

[71:12] dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan kebun-kebun untukmu dan mengadakan sungai-sungai untukmu.

Semua itu akan diperoleh bagi orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah.

QS. Fusilat (41) ayat 44:

Dan jikalau Kami jadikan Al Quran itu suatu bacaan dalam bahasa selain Arab, tentulah mereka mengatakan: “Mengapa tidak dijelaskan ayat-ayatnya?” Apakah (patut Al Quran) dalam bahasa asing sedang (rasul adalah orang) Arab? Katakanlah: “Al Quran itu adalah petunjuk dan penawar bagi orang-orang mukmin. Dan orang-orang yang tidak beriman pada telinga mereka ada sumbatan, sedang Al Quran itu suatu kegelapan bagi mereka. Mereka itu adalah (seperti) yang dipanggil dari tempat yang jauh”.

Syarat lain diterimanya istighfar adalah dengan tidak melakukan syirik. Istighfar tanpa berhenti berbuat dosa adalah taubatnya orang yang berbohong.

Ada 3 kelompok umat Nabi Muhammad S.A.W.:
1. Kelompok Ahlul Afwi, yaitu kelompok orang-orang yang dima’afkan.
2. Kelompok Ahlul Maghfirah, yaitu kelompok orang-orang yang diampuni.
3. Kelompok Ahlul Rohmah, yaitu kelompok orang-orang yang dikasihani.

Semoga kita senantiasa beristighfar di dalam setiap kegiatan yang kita lakukan sehari-hari. Karena kita tidak tahu kapan ampunan itu akan dikabulkan dan kapan waktunya kita akan kembali.

Pengajian Akhwat SMMC

Sub Divisi Dakwah SMMC

Simak materi pengajian lainnya di sini

#PengajianAkhwatSMMC
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *