Pojok Belajar Dusun Pertapakan

Pojok Belajar Dusun Pertakapan
Share this

SMMC.or.id. — “Seru kali pas anak-anak balita maen bola kaki itu lah….mamak-mamaknya pun ikut seru teriak-teriak,” tutur Ayoe dengan semangat saat menceritakan suasana di Pojok Belajar Dusun Pertakapan.

Diah Ayoe SMMC 1993 bersama suaminya, Adlan, pada 22 Agustus 2018 lalu, bertepatan dengan Tebar Qurban SMMC, melaksanakan kegiatan Jum’at Berkah SMMC di Dusun Pertapakan, Kuta Buluh, Kabupaten Karo. Bentuk kegiatannya adalah membangun pojok belajar di Dusun Pertapakan yang diperuntukkan bagi 32 anak yang selama ini belajar mengaji di dusun itu.

Pojok Belajar Dusun Pertakapan

Meskipun telah ada kegiatan mengaji, namun karena lokasi Dusun Pertapakan yang terletak di atas bukit dikeliling lembah, ladang dan hutan, menyebabkan anak-anak sangat minim akses pada kegiatan setelah jam sekolah (afterschool programs). Ditambah lagi kondisi ekonomi warga yang hanya buruh tani, sehingga tidak tersedia dana untuk kegiatan tambahan bagi anak-anak.

Padahal, berbagai riset menyimpulkan bahwa mengikuti kegiatan setelah jam sekolah dapat meningkatkan kinerja akademis pelajar.  Selain itu, juga dapat melatih kreatifitas dan keterampilan sosial melalui kegiatan yang mendorong kerjasama serta membangun percaya diri.

 Wadah Pembelajaran dan Pengembangan Diri

Dibantu oleh Ibu Ani dan Desy, ruangan pojok belajar pun disiapkan oleh Ayoe dan Adlan. Sambil ditemani kegaduhan anak-anak balita yang berlari ke sana kemari menendang bola.  Juga riuh rendahnya suara anak-anak yagn mengintip di balik pintu. Mereka tidak sabar menunggu persiapan selesai. Sebagian anak sudah mondar-mandir, pegang-pegang backdrop, membantu menghias ruangan dan lainnya. Semua nampak antusias.

Pojok Belajar Dusun Pertakapan
Suasana saat menyiapkan ruangan pojok belajar

“Tujuan kami membangun pojok belajar ini adalah sebagai wadah pembelajaran dan pengembangan diri melalui pengadaan perpustakaan mini, kegiatan mengaji, kegiatan kesenian dan kegiatan olah raga,” jelas Ayoe selalu inisiator kegiatan.

“Ada buku anak-anak tentang Islam, pahlawan nasional, atlas Indonesia dan dunia, buku seri sains, ada juga buku latihan soal untuk anak SD dan SMP,” cerita Ayoe. Tiap buku juga dilengkapi dengan kartu buku untuk catatan peminjaman, sehingga dapat diketahui keluar masuk buku dari pojok belajar tersebut.

Selain buku, disediakan juga poster tata cara sholat dan wudhu, rukun iman dan Islam, Pancasila, burung garuda.  Juga ada poster tentang anggota tubuh, sayuran, buah dan hewan dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Setiap anak juga mendapatkan buku mewarnai tentang belajar sholat, doa dan huruf hijaiyah.

Berbagai macam permainan juga disediakan.  Maklum anak-anak di sini sebagian besar adalah pra TK sampai SD. Hanya 2 orang yang SMP dari total 32 anak tersebut.  “Ada raket badminton beserta net dan shuttlecock nya.  Ada bola kaki karet, skipping, ring basket mini, catur, congklak, puzzle dan juga kertas origami.  Anak-anak di sini katanya belum pernah main origami,” lanjut Ayoe menceritakan isi pojok belajar itu.

Harapannya dengan diadakannya kegiatan anak-anak setelah jam sekolah ini, dapat menjadi sumber inspirasi, motivasi belajar, pengembangan diri dan cita-cita, serta sebagai wadah yang aman dan sehat dalam masa pertumbuhan anak-anak tersebut.

“Mudah-mudahan kegiatan semacam ini dapat dikembangkan di desa-desa sekitar.  Pojok Belajar Dusun Pertapakan bisa menjadi pelopornya,” harap Ayoe.

Harapan ini diungkapkan karena melihat kegigihan Ustad Fadly Marpaung, SMMC 2008, yang sejak 3 tahun lalu mengabdi untuk berdakwah di dusun ini.  Selain menjadi nazir masjid, imam dan khatib, Ustad Fadly juga menjadi guru mengaji bagi 32 anak tersebut, dan juga bagi warga Dusun Pertapakan. Ayoe yakin, in syaa Allah Ustad Fadly dan beberapa ibu lain yang terlibat di pojok belajar ini, dapat mengelola dan menjalankanya dengan baik.

Semua Gembira di Pojok Belajar

Akhirnya penyusunan ruangan pojok belajar selesai.  Backdrop sudah ditempel, demikian pula bendera merah putihnya.  Buku-buku pun sudah disusun rapi di lemari.  Anak-anak segera dipanggil masuk.

Setiap anak duduk tertib di atas hamparan tikar. Di dadanya tertempel stiker putih bertuliskan nama masing-masing.  Wajah antusias dan penuh rasa ingin tahu tergambar jelas di wajah mereka.

Anak-anak serius di Pojok Belajar

Sekilas Ayoe menyampaikan tentang SMMC kepada anak-anak, dilanjutkan dengan tentang apa itu Pojok Belajar Dusun Pertapakan, untuk siapa dibuat, apa tujuannya.  Ayoe juga menceritakan tentang apa saja ini pojok belajar yang baru saja selesai dibangun tersebut.  Layaknya guru Paud, dalam sejam bersama anak-anak itu, berbagai cerita pun mengalir dari Ayoe, bahkan tentang Pancasila dan Burung Garuda pun tersampaikan.

Pojok Belajar Dusun Pertakapan
Anak-anak sedang belajar bersama Kak Ayoe

Setiap anak mendapat goodie bag berwarna hitam bertuliskan SMMC. Isinya peralatan belajar seperti buku tulis, buku gambar, penggaris, crayon, pensil dan tempatnya, ballpoint, rautan, pensil dan penghapus. Selain itu, di dalamnya juga terdapat berbagai macam snack.  Tak lupa setelahnya foto bersama sambil tertawa ceria.

Pojok Belajar Dusun Pertakapan
Bingkisan untuk anak-anak

Akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba, yaitu waktu bermain.  Anak-anak sangat gembira. Bermain bola, badminton, mewarmai, menggunting dan melipat, catur, dan lain-lain. Salah seorang diantaranya bernama Rizki. “Dia pandai sekali bermain skipping, didemonstrasikannya kepintarannya di depan kami,” cerita Ayoe.

“Saya maen badminton lawan seorang anak, tapinya saya kalah terus.. he he,” lanjut Ayoe sambil tertawa mengenang momen itu.

Hari itu, 22 Agustus 2018, adalah hari yang sangat membahagiakan bagi ke- 32 anak-anak di sana. Pertama karena hari itu adalah Hari Raya Qurban, dan mereka dapat makin daging sapi, sesuatu yang sangat jarang mereka nikmati. Kedua, mereka punya pojok belajar yang berisi berbagai buku cerita dan pelajaran serta macam-macam permainan.

Kondisi Terkini

“Anak-anak tambah semangat belajar sekarang, kak.  Sudah bisa berhitung pakai Bahasa Arab, sudah hapal surat-surat pendek,” tutur Ustad Fadly semangat ketika ditanya perkembangan pojok belajar asuhannya.

“Malah sekarang kita buka pendaftaran gratis untuk anak-anak dari desa lain.  Supaya mereka bisa ikutan belajar di sini,” lanjut Fadly.

Pojok Belajar Dusun Pertakapan

Pojok belajar ini aktif setiap hari, kecuali hari Ahad.  Anak-anak mulai belajar mengaji dan bermain sejak pukul 14.00 WIB hingga waktu Ashar. Mereka diajar rutin oleh Ibu Fitri dan Ibu Desi.  Ustad Fadly sesekali ikut mengajar ketika tidak ada jadwal kajian di luar dusun.

Pojok Belajar Dusun Pertapakan
Bersama Ibu Fitri di pojok belajar

Alhamdulillah, salah satu kegiatan Jum’at Berkah SMMC telah terlaksana. Semoga Allah memberkahi Pojok Belajar Dusun Pertapakan ini sehingga makin berkembang dan bermanfaat.  Baraakallaahu fiikum untuk semua yang telah berkontribusi.  Aamiin yaa robbal alamiin.

Humas SMMC

Bagi yang ingin turut berbagi dengan mereka, yuk ikut Program Jumat Berkah SMMC. Hubungi koordinator angkatan SMMC masing-masing atau mendaftar di sini bagi yang belum.

Simak kisah Jum’at Berkah lainnya di sini.

#JumatBerkahSMMC
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

Share this

4 Comments on “Pojok Belajar Dusun Pertapakan”

    1. Alhamdulillah baik. Jumlah murid pojok belajar ada 15 orang anak. Laki-laki 10orang, perempuan 5 orang. Yang duduk di bangku Pra TK 4 orang, TK 4 orang, SD 7 orang. Anak-anak belajar setiap hari, kecuali hari Ahad. Jam belajar mulai 14.00 WIB hingga Ashar. Mereka belajar secara Bersama dalam satu kelas.

    1. Kegiatan ini adalah kegiatan mandiri oleh Ustad Fadly di Dusun Pertapakan. SMMC mensupportnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *