Kaki Palsu untuk Anjani

Kaki Palsu untuk Anjani
Share this

SMMC.or..id. —  Kaki Palsu untuk Anjani adalah kisah Jum’at Berkah SMMC kali ini.  Tri Anjani Jubaidah, demikian nama lengkapnya. Ia seorang muslimah kelahiran 1998 silam dari Rantau Parapat. Qadarallah mendapatkan bantuan dari Program Jum’at Berkah SMMC.  Sebuah kaki prostetik berkualitas, berbahan Endoskeleton yang multi axis dengan merk Endolite, diterimanya pada September 2018 lalu.

“Terima kasih kepada seluruh anggota SMMC yang sangat mendukung Anjani. Mudah-mudahan saya selalu diberikan Allah kekuatan agar dapat belajar, menghapalkan dan mengajarkan Al Qur’an kepada masyarakat Rantau Parapat terkhusus di kalangan anak muda,“ tutur Anjani sebelum kembali ke kampung halamannya.

Mengapa Anjani?

Berawal dari sebuah Pesantren Kilat (sanlat) di Kota Rantau Parapat, Maret-April 2018 lalu. Kegiatan ini adalah bagian dari Program Dai Luar Kota yang diadakan oleh pesantren di Tanjung Morawa bekerja sama dengan Mahad Tahfidz di Rantau Parapat.

Anjani adalah salah satu pesertanya.  Selama sanlat tersebut, Anjani terlihat sebagai peserta yang aktif dan serius dalam belajar Al Qur’an dan mendengarkan pemaparan materi-materi. Ia juga masuk dalam program tahsin dan hapalan Al Qur’an. Saat ini ia sedang menjalani program menghapal Al – Qur’an Juz 1 dan Juz 2.

Sejak SMA, ternyata Anjani sangat aktif dalam mengikuti kajian-kajian keIslaman dan sanlat di Kota Rantau Parapat. Sehingga, ketika berusia 18 tahun, ia memutuskan untuk berhijrah, menjadi seorang muslimah yang lebih baik dari sebelumnya, dengan hijab syar’i yang melekat pada dirinya.  Sejak itu juga, ia mulai mengajar di sebuah Ma’had Tahfidz Al Qur’an bernama Ibnu Sabil di kota tersebut.

Kaki Palsu untuk Anjani
Ma’had Tahfidz Qur’an tempat Anjani mengajar

Romi Jasman SMMC 2001, salah satu instruktur sanlat tersebut melihat bahwa selama proses sanlat, Anjani selalu berjalan melompat-lompat dengan satu kaki.  Ketika ditanya oleh Romi, “Mengapa melompat-lompat terus jalannya? Mengapa tidak memakai kaki prostektik?” Anjani menjawab bahwa kaki prostetiknya rusak sudah setahun lebih.

Dan sejak kecil, sebenarnya ia sudah merasa nyaman dengan berjalan melompat tanpa alat bantu. Aktivitas harian di rumah maupun kegiatan keluar rumah seperti belajar Al Quran dan Dakwah Islam pun ditempuhnya dengan melompat.

Tergugah melihat semangat belajar Anjani dan kesungguhannya ikutserta berdakwah, meski harus berjalan melompat dengan satu kaki, maka Romi Jasman SMMC 2001 mengajukan usulan bantuan kaki prostetik untuk Anjani kepada SMMC.  Sebelum itu, Romi terlebih dahulu memberikan pemahaman kepada Anjani tentang dampak bagi tubuh di kemudian hari dengan berjalan melompat-lompat.

Smansa Medan Muslim Comumunity (SMMC) melihat semangat dan kesungguhan Anjani tersebut, sehingga melalui dana Jumat Berkah, turut mendukung perjuangan Anjani dengan berbagi berkah sebuah kaki prostetik.

Mandiri Sejak Kecil

Tri Anjani Jubaidah, terlahir dari orang tua, Ayah Rusnawi dan Ibu Asmawati pada 30 Mei 1998 di sebuah Desa yang bernama Bakaran Batu, Kecamatan Rantau Selatan, Kota Rantau Parapat, Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara.  Ayahnya bekerja sebagai seorang pegawai dan ibunya adalah ibu rumah tangga, dan ia mempunya 2 orang abang.

Sejak berusia 1 tahun 6 bulan, Anjani telah kehilangan kaki kanannya karena sebuah kecelakaan. Untuk menyelamatkan nyawanya yang terancam akibat kecelakaan itu, maka amputasi kaki adalah pilihan terberat yang diambil oleh kedua orang tuanya saat itu.

Saat Anjani berumur 9 tahun, qadarullah ia harus kehilangan ayahnya dikarenakan sakit. Untuk bertahan hidup, sang ibu bekerja sebagai pedagang. Anjani dan kedua abangnya turut membantu sang ibu. Saat ini ibunya masih berdagang dengan membuka depot air di rumahnya.  Ibunya bekerja keras untuk membesarkan Anjani dan 2 orang  abangnya. Kemudian sekitar 1 tahunan yang lalu, abang tertuanya juga meninggal dunia dikarenakan sakit.

Kondisi tersebut, membuat Anjani tumbuh mandiri. Dari kecil, Anjani hanya mengandalkan kaki kirinya untuk berjalan dengan cara melompat-lompat. Alhamdulillah ketika duduk di bangku SMP, ia mulai mendapatkan donasi kaki prostetik.  Namun, seiring dengan waktu pemakaian, kaki prostetiknya mengalami kerusakan sehingga dalam kurun waktu 1 tahun setengah ini, ia kembali mengandalkan kaki kirinya untuk berjalan.

Kaki Palsu untuk Anjani
Anjani bersama murid-muridnya di Ma’had Tahfidz

Selain membantu Ibunya berdagang, selepas SMA Anjani juga bekerja. Ia menjadi pengajar di  Ma’had Tahfidz Al Qur’an yang terletak di kota tempat tinggalnya, Rantau Parapat.  Selain itu, Anjani juga pernah bekerja di sebuah Bimbel sebagai Tenaga Administrasi pada Agustus 2018. Namun sayang, karena ada kebijakan pengurangan tenaga kerja, Anjani tidak bekerja lagi sana.

Proses Realisasi Kaki Prostetik Anjani

Awal Agustus 2018, proses pengadaan kaki prostetik Anjani dimulai. Ada beberapa tahapan yang dilalui Anjani untuk pengadaan kaki tersebut.

1. Tahapan Pemeriksaan Dokter Rehab Medik

Kaki Palsu untuk Anjani
Pemeriksaan tahap I oleh dr. Tari Mediyanti, Sp. KFR (SMMC 2004) didampingi oleh Romi Jasman (SMMC 2001) selaku PIC kegiatan

Pemeriksaan awal untuk pembuat kaki prostetik ini dilakukan di Rumah Sakit USU oleh dr. Tari Mediyanti, Sp. KFR, pada tanggal 3 Agustus 2018. Dari pemeriksaan ini diketahui bahwa kaki prostetik yang dibutuhkan Anjani adalah jenis Above Knee, dengan pilihan bahan Endoskeleton yang lebih ringan dan nyaman. Kebanyakan bahan ini diproduksi di luar negeri.

2. Tahapan Pengukuran dan Pembuatan Cetakan Untuk Kaki Prostetik (13 Agustus 2018)

Kaki Palsu untuk Anjani
Pengukuran dan pembuatan cetakan kaki oleh Teguh Sukarno, A.Md. OP.

Tahap Ini dilakukan oleh OPE (Ortotik Prostetic Expert) untuk membuat cetakan dan mengukur ukuran yang diperlukan untuk kaki prostetik. Teguh Sukarno, A.Md. OP., yang melakukan proses tersebut, dibantu oleh Taufiqul Fuad Dewantoro, A.Md. OP.

3. Tahapan Penyesuaian Kaki Prostetik oleh OPE (Ortotik Prostetic Expert) (12 September 2018) dan Dokter Rehab Medik (14 September 2018). Tahap ini adalah upaya menyesuaikan dengan kaki prostetik untuk menerima keluhan dan perbaikan untuk finishing dan latihan menggunakan kaki prostetik.

4. Tahapan Finishing (19 September 2018). Tahap pemasangan kaki prostetik yang siap pakai dan  latihan sederhana penggunaan kaki

Kaki Palsu untuk Anjani
Anjani bersama Dokter Tari SMMC 2004, Romi SMMC 2001 serta Teguh dan Taufiqul selaku OPE

Seluruh proses pemeriksaan dan konsultasi dokter spesialis diberikan oleh dr. Tari Mediyanti, Sp. KFR., yang juga alumnus SMAN 1 Medan tahun 2004. Pelayanan ini diberikan secara gratis, karena beliau juga ingin mengambil peran dalam Program SMMC ini. Semoga Allah memudahkan dan memberkahi rezeki serta urusan beliau dan keluarga.  Aamiin yaa robbal alamiin.

Alhamdulillah, melalui Program Jum’at Berkah SMMC dan bantuan beberapa donatur SMMC 2001 serta donatur lainnya, diperoleh kaki prostetik yang lebih baik dari yang biasa Anjani pakai, yaitu berbahan Endoskeleton dan bermerk Endolite. Selain itu kaki prostetik ini bersifat multi axis, artinya bisa bergerak ke semua arah, mengikuti arah kaki atasnya.

Jazaakumullaahi khairan untuk seluruh anggota SMMC yang telah berkontribusi. Semoga Alloh memudahkan dan memberkahi rezeki serta urusan kita semua terkhusus untuk SMMC dan para donatur.

Ayo Terus Ikut Program Jum’at Berkah

Yuk ikut terus dalam Program Jumat Berkah SMMC. In syaa Allah disalurkan dengan amanah dan manfaat oleh SMMC. Hubungi koordinator angkatan SMMC masing-masing atau mendaftar di sini bagi yang belum. Semoga berkah di setiap langkah.

Simak berita Jum’at Berkah SMMC lainnya disini

#JumatBerkah
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

 

Share this

One Comment on “Kaki Palsu untuk Anjani”

  1. Masya Allahh hebat sekali.. Sangat bermanfaat dan menginspirasi pembaca terutama Saya, Terimakasih sudah berbagi
    Ditunggu post selanjutnya ya kak. Hehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *