Orang Baik Tak Boleh Diam

Orang Baik Tak Boleh Diam
Share this

SMMC.or.id. — Orang Baik Tak Boleh Diam, adalah materi pengajian akhwat SMMC yang diselenggarakan di masjid Al Musabbihin, Tasbih Medan, Sabtu 24 November 2018. Sebanyak 80 akhwat hadir dalam majelis ilmu yang dibimbing oleh Dr. Hj. Aisyah Simamora Lc., MA.

Do Something

Diam bukan hanya tidak bicara baik lisan maupun tulisan, tapi juga dengan tidak melakukan apa-apa. Dengan tak boleh diam berarti kita harus “Do Something”.

Dalam QS. Ali Imran (3) ayat 110 : Kamu (umat Islam) adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik.

Allah menciptakan manusia ada dimuka bumi ini dalam percaturan manusia dengan potensi yang terbaik. Potensi yang terbaik diberikan kepada umat Islam (umat terbaik) dan syaratnya adalah:
1. Harus melakukan Amar Ma’ruf,
2. Harus melakukan Nahi Munkar.
3. Tu’minuna billahi, harus terikat dengan hukum Allah (beriman kepada Allah).

Semua syarat di atas adalah perintah Allah, maka kita sebagai umatnya jangan diam, nampak kebaikan tunjukkan dan nampak keburukan haruslah dicegah.

Apabila kemaksiatan dibiarkan akan datang azab Allah. Tentang hal ini firman Allah ada di QS. Al Anfal (8) ayat 25: Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya.

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu. Ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaNya.

Dalam QS. Al Baqarah (2) ayat 143: Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Dan Kami tidak menetapkan kiblat yang menjadi kiblatmu (sekarang) melainkan agar Kami mengetahui (supaya nyata) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang membelot. Dan sungguh (pemindahan kiblat) itu terasa amat berat, kecuali bagi orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah; dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.

Umat Islam adalah umat pilihan yang adil dan moderat. Ada 2 potensi umat Islam yang luar biasa yaitu dapat menjalankan amar ma’ruf dan nahi munkar

Pada massanya, setiap diri kita nanti akan menjadi saksi untuk setiap Nabi Allah adalah Islam. Benang merahnya adalah Rukun Iman dan Rukun Islam. Semua Nabi mengajarkan Tauhid.

Apa Akibatnya Kalau Kita Diam?

Seperti diterangkan dalam sebuah hadist : Tidak ada penduduk di satu negara dihadapan mereka maksiat, orang baiknya lebih banyak daripada orang jahatnya tapi tidak mau mencegahnya, pasti Allah akan menghukumnya kepada penduduk semuanya.

Ada 3 sisi di setiap peristiwa yang kita alami :
1. Peristiwa tersebut adalah suatu hukuman
2. Peristiwa tersebut adalah suatu peringatan, dan
3. Peristiwa tersebut adalah suatu ujian.

Orang baik akan kena azabNya karena dosa diamnya ketika kemunkaran terang-terangan dimuka bumi. Karena orang ini masuk kategori dayyuts. Diantaranya membiarkan orang-orang dilingkungan kita minum khammar, durhaka terhadap orang tua dll.

Diharapkan kita dapat mencegah kemunkaran dengan :
1. Lisan
2. Tulisan
3. Jabatan
4. Kekuasaan.

Kenapa hukuman pada masa Akhir Zaman jarang terjadi bencana ?
Dalam Ashabul Haika diterangkan bahwa umatnya Nabi Suaib sering sekali terjadi kecurangan dan hukumannya adalah diturunkannya api dari dalam neraka.

Adalah satu keistimewaan umat Nabi Muhammad adalah ditunda siksanya, tetapi dihukum dengan hukuman fisik misalnya dengan adanya rasa galau, masalah kejiwaan dan gangguan mentalnya.

Apabila diamnya kita terhadap kejahatan (tidak mencegah), diamnya kita terhadap kebaikan (tidak mendukung) semua itu sama-sama mengakibatkan azab.

Sesungguhnya orang yang netral itu masuk dalam kategori :
1. Minim Analisis (bodoh)
2.Takut resiko (Opportunitis)
3. Lemahnya daya juang.

Dalam QS. Al Maidah (5) ayat 78, 79 dan 80 :
[78] Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.
[79] Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
[80] Kamu melihat kebanyakan dari mereka tolong-menolong dengan orang-orang yang kafir (musyrik). Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka sediakan untuk diri mereka, yaitu kemurkaan Allah kepada mereka; dan mereka akan kekal dalam siksaan.

Kena laknat (tak dapat Rahmat Allah) orang-orang kafir dari kalangan Bani Israil dalam kitab Zabur, juga orang Nasrani dalam kitab injil karena kemaksiatan dan melampaui batas menolak kebenaran. Mereka kena laknat karena tidak adalagi upaya pencegahan dari rakyatnya.

Yang mereka lakukan membiarkan kemungkaran diantara mereka, itulah seburuk-buruk perbuatan dengan membiarkan orang-orang kafir tak ber Tuhan diangkat menjadi pengurus/pemimpinnya.

Atheis itu tidak memperdulikan Tuhan dan Hari Akhirat. Betapa buruk yang mereka lakukan membiarkan orang-orang jahat, orang-orang tak ber Tuhan mengkondisikan kita jauh dengan Allah.

Semoga bermanfaat

Orang Baik Tak Boleh Diam

Sub Divisi Dakwah SMMC

Simak materi pengajian lainnya di sini

#PengajianAkhwatSMMC
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *