Taubat

Taubat -pengajian akhwat SMMC 22 des 2018
Share this

SMMC.or.id. — Taubat, adalah tema pengajian akhwat SMMC digelar pada penghujung 2018 ini. Dihadiri oleh sekitar 60 orang, Masjid Al Musabbihin, Tasbih Medan terlihat ramai selepas dzuhur, Sabtu 22 Desember 2018.

Bunda Hj. Roni Rezkitta Siregar, selaku narasumber menyampaikan bahwa taubat secara etimologis artinya adalah kembali. Secara syar’i artinya adalah kembali dengan perbuatan mendekati Allah setelah perbuatan sebelumnya menjauhi Allah.

Kenapa menjauh dari Allah ? karena manusia sering merasa tidak cocok dengan aturan Allah. Untuk itu, maka sebagai makhlukNya, kita wajib mengenali jalan Alllah.

Mengenali jalan Allah itu perlu Ilmu. Ilmu mengantar kita ke gerbang Taqwa. Software dalam ketaqwaan ada 3, yaitu telinga, mata dan hati.

Taubat - Pengajian Akhwat SMMC 22 Des 2018
Mengapa Taubat?

Karena saat ini Iman manusia senantiasa diombang ambingkan. Dengan taubat, in syaa Allah kita dapat menggapai Rahmat (ampunan) dari Allah.

Seperti firman Allah dalam QS. Az Zumar (39) ayat 53 :
Katakanlah, ” Wahai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Ada 3 sungai taubat, yaitu :
1. Sungai taubatan Nasuha. Hal ini masalah waktu. Berhenti sekarang, tidak diulang dan besok tidak dibuat lagi.
2. Sungai Kebaikan. Dengan berbuat kebaikan yang melimpah ruah. Dalam hal ini kebaikan sudah tidak lagi untuk diri sendiri. Empati, kepedulian bahkan berkorban untuk orang lain.
3. Sungai Musibah

Dalam QS. Az Zumar (39) ayat 54 :
Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu, dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu, kemudian kamu tidak dapat ditolong.

Dalam ayat ini diharapkan umat mau berserah diri dan mau diatur terhadap semua aturan dari Allah. Karena waktu bertaubat itu terbatas, hanya sampai nafas sebelum dikerongkongan. Lewat dari itu tidak ada artinya lagi. Karena taubat tidak akan diterima.

QS. Az Zumar (39) ayat 55 :
Dan ikutilah sebaik-baik apa yang telah diturunkan kepadamu (Al Qur’an) dari Tuhanmu sebelum datang azab kepadamu secara mendadak, sedang kamu tidak menyadarinya.

QS. Az Zumar (39) auat 56 :
Agar jangan ada orang yang mengatakan, “Alangkah besar penyesalanku dalam (menunaikan kewajiban) terhadap Allah, dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memperolok-olokkan (agama Allah).

Kewajiban sebagai umat Islam harus dilaksanakan. Apabila dia lalai dalam melaksanakannya akan dihukum, tetapi apabila lupa tidak akan dihukum.

QS. Az Zumar (39) ayat 57 :
Atau (agar jangan) ada yang berkata, “Sekiranya Allah memberi petunjuk kepadaku tentulah aku termasuk orang-orang yang bertakwa”.

QS. Az Zumar (39) ayat 58 :
Atau (agar jangan) ada yang berkata ketika meihat azab, “Sekiranya aku dapat kembali (ke dunia), tentu aku termasuk orang-orang yang berbuat baik”.

QS. Az Zumar (39) ayat 59 :
Sungguh, “sebenarnya keterangan-keteranganKu telah datang kepadamu, tetapi kamu mendustakannya, malah kamu menyombongkan diri dan termasuk orang kafir”.

Taqwa adalah sikap seseorang meletakkan pembatas terhadap dirinya dari hal-hal yang membuat murka Allah. Caranya adalah dengan taat dan menjauhkan semua laranganNya.
Syarat ibadah itu harus Ikhlas dan benar.

QS. Al A’raf (7) ayat 176 :
Dan sekiranya Kami menghendaki niscaya Kami tinggikan (derajatnya) dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan mengikuti keinginannya (yang rendah), maka perumpamaannya seperti anjing, jika kamu menghalaunya dijulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya ia menjulurkan lidahnya (juga). Demikianlah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah kisah-kisah itu agar mereka berpikir.

Dalam hal ini Allah berkata kasar kepada orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah.

Ada 3 kriteria Ilmu:
1. Ilmu adalah sarana mengenal Allah.
2. Ilmu adalah menunjukkan jalan menuju kebenaran.
3. Ilmu merupakan syarat utama diterimanya seluruh amal. Karena itu ada ungkapan : Berilmu dulu baru beramal.

Cara berpikir yang rusak:
(1) Tidak mau menggunakan indera dengan sebenarnya.

QS. Al A’raf (7) ayat 179 :
Dan sungguh, akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah).dan mereka memiliki telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.

semua urusan dikatakan maksimal ketika semua urusan dikaitkan dengan Allah.

QS. Al Mulk (67) ayat 10 :
Dan mereka berkata, “Sekiranya (dahulu) kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) tentulah kami tidak termasuk penghuni neraka yang menyala-nyala”.

(2) Mereka bersandar pada kufarat/takhayul dan dongeng-dongeng dahulu

– Mereka memiliki keterikatan dengan Sihir dan praktek perdukunan
QS. Al Baqarah (2) ayat 102:
– Mereka sangat mengagungkan jin dan syaitan.
QS. Al Jinn (72) ayat 6 :
dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat.
-mereka sangat yakin dengan tiaroh/perilaku adu nasib.

(3) Cara berpikir Jahiliah, termasuk dalam hal ini adalah materialis

QS. Al Isra’ (17) ayat 90-93, QS. Al Baqarah (2) ayat 55, QS. Al Maidah (5) ayat 115

Nabi Musa 12x diberikan mukjizat dari Allah tetapi umatnya tidak juga beriman.

(4) Mereka selalu menolak dalil-dalil yang sudah pasti

QS. Al Kahfi (18) ayat 29: Sesungguhnya kebenaran itu absolut, datangnya dari Allah.

Dalam Al Qur’an ada 3 bentuk taklid

1. Taklid mengikuti nenek moyang.

QS. Az Zukhruf (43) ayat 22-23
Bahkan mereka berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu agama, dan kami mendapat petunjuk untuk mengikuti jejak mereka”

Dan demikian juga ketika Kami mengutus seorang pemberi peringatan sebelum engkau (Muhammad) dalam suatu negeri, orang-orang yang hidup mewah (dinegeri itu) selalu berkata, “Sesungguhnya kami mendapati nenek moyang kami menganut suatu (agama) dan sesungguhnya kami sekedar pengikut jejak-jejak mereka”.

QS. Al Baqarah (2) ayat 170 :
Dan apabila dikatakan kepada mereka, “ikutilah apa yang telah diturunkan Allah”, mereka menjawab, “(Tidak !) Kami mengikuti apa yang kami dapati pada nenek moyang kami (melakukannya).” Padahal, nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apapun, dan tidak mendapat petunjuk.

2. Taklid buta kepada para pemuka agama dan ahli ibadah dikalangan mereka sekalipun menyelisihi syariat

Qs. At Taubah (9) ayat 31 :
Mereka menjadikan orang alim (Yahudi) dan rahib-rahibnya (Nasrani) sebagai Tuhan selain Allah, dan (juga) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan selain Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan.

3. Taklid kepada Pemimpin, Raja dan para pembesar mereka.

Ada dijelaskan dalam QS. Al Ahzab (33) ayat 66-68, QS. Saba’ (34) ayat 31-33, QS. Gafir (40) ayat 47-48

(5) Orang yang Mengikuti Hawa Nafsu

Dijelaskan dalam QS. Al Qasas (28) ayat 50, QS. Al Jasiyah (45) ayat 23

(6) Orang yang Mengikuti Prasangka

Dijelaskan dalam QS. Al An’am (6) ayat 116, QS. Yunus (10) ayat 36, QS Al Maidah (5) ayat 74, QS. Al Hadid (57) ayat 16, QS. Al Qasas (28) ayat 56

dalam QS. Muhammad (47) ayat 16 :
Dan diantara mereka ada orang yang mendengarkan perkataanmu (Muhammad), tetapi apabila mereka telah keluar dari sisimu, mereka berkata kepada orang yang telah diberi ilmu (sahabat-sahabat Nabi), “Apakah yang dikatakannya tadi ?” Mereka itulah orang2 yang dikunci hatinya oleh Allah, dan mengikuti keinginannya.

Adab paling tinggi hamba kepada Allah adalah dengan rasa syukur dan sabar.

Semoga bermanfaat

Taubat - Pengajian Akhwat SMMC 22 Des 2018

Sub Divisi Dakwah SMMC

Simak materi pengajian lainnya di sini

#PengajianAkhwatSMMC
#BersamaBerdiriDiSMMC
#BersinergiMembangunNegeri

 

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *