Kecewa Tanpa Taqwa

Share this

Resume Pengajian Akhwat SMMC, 30 September 2017 “Kecewa Tanpa Taqwa” oleh Ustadzah Roni R Siregar

Taman Surga merupakan Majelis-majelis Ilmu yang didalamnya banyak disebutkan asma-asma Allah. Kita mengikuti majelis ilmu karena ada ketaqwaan didalamnya. Dengan Taqwa hidup kita memperoleh harapan.

Berbicara taqwa tidak terlepas daripada Hidayah. Seperti diterangkan dalam QS. Al Qasas (28) : 56 yang berbunyi : Sungguh, engkau (Muhammad) tidak dapat memberi petunjuk kepada orang yang engkau kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.

Didalam kehidupan, tempat kedudukan yang kita pilih itu kita sendiri yang menentukan. Karena Allah telah menunjukkan jalan yang lurus. Manusia diberikan penglihatan dan pendengaran untuk mematuhi perintah2 Allah. Dengan itu manusia diuji dengan perintah dan larangan. Dan balasan nya telah disediakan oleh Allah utk orang-orang kafir dan orang-orang yang berbuat kebajikan. Seperti diterangkan dalam QS. Al Insan (76) : 1-5.

Orang-orang yang menaati Allah dan Rasul diberikan kekuatan iman dan bagi mereka “Cukuplah Allah menjadi penolong dan Dia sebaik2 pelindung seperti diterangkan dalam QS. Ali Imran (3) : 173.  Didalam Al Qur’an Allah memberikan contoh kekuatan iman dan mukjizat yang diberikan kepada Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Habib An Najr. Kisah Habib An Najr diterangkan dalam QS. Yasin (36) : 13.

Dalam QS. Al Lail (92) :5-7 diterangkan bahwa sikap baik yang memberikan hartanya dijalan Allah dan bertaqwa dan membenarkan adanya pahala yang terbaik yaitu surga maka akan diberikan baginya jalan menuju kemudahan. Sebaliknya dalam QS. Al Lail (92) : 8-10 diterangkan orang-orang yang kikir, mendustakan pahala kebaikan dan merasa dirinya cukup, tidak perlu pertolongan Allah (istaqna) maka diberikan kepadanya jalan menuju kesukaran.

Allah menginginkan hambaNya mempunyai sifat rendah hati dan menghabiskan wakitau malamnya dengan beribadah.Diterangkan dalam QS. Al Furqon (25) : 63-64.

Orang yang sombong tidak termasuk dalam ibadurrahman dan tidak termasuk org yang bertaqwa. Ibadurrahman didapatkan oleh orang-orang yang rendah hati. Sifat rendah hati diperoleh dengan jalan yang sukar seperti membebaskan perbudakan dan sifat sok kuasa. Sifat sombong merupakan penggagal ketaqwaan yang paling besar.

Sifat Taqwa dijalankan dengan hanya mengharapkan keridhaan Allah tanpa mengharapkan balasan dan ucapan terimakasih dari manusia. Seperti diterangkan dalam QS. Al Insan (76) : 9-10. Mereka memberikan makanan yang disukai kepada anak yatim dan orang-orang yang ditawan dengan keikhlasan, karena mereka takut dengan azab Allah dan pada hari-hari kesulitan dengan wajah masam.

Bukanlah kewajiban Muhammad menjadikan mereka mendapat petunjuk, tetapi Allah yang memberikan petunjuk kepada yang Dia kehendaki. Maka apapun harta yang diinfaqkan, maka kebaikannya adalah utk dirinya sendiri. dan janganlah berinfaq melainkan mencari keridhaan Allah. Dan apapun harta yang kamu infaqkan, niscaya kamu akan diberikan pahala secara penuh dan kamu tidak akan dizolimi. QS. Al Baqarah (2) : 272.

Dengan ketaqwaan akan membersihkan hati. Adapun penyakit hati adalah : syirik, subhat dan syahwat. Penyakit hati dapat disembuhkan dengan Al Qur’an. QS. Yunus (10) : 57-58. Dengan melakukan syirik seluruh amal akan terhapus. QS. Az Zumar (39) : 65. Semua penyakit hati itu adalah godaan setan. Pada masanya setan akan ingkar pada masa hisab seperti diterangkan dalam QS. Ibrahim (14) : 22. setan mencerca manusia karena kebodohannya dan tidak dpt menolongnya dan ia berkata sungguh, orang yang zalim akan mendapat siksaan yang pedih.

Untuk itu dalam beramal marilah kita meluruskan niat hanya mengharap keridhaan Allah. Karena apabila kekecewaan yang datang kita tidak kehilangan arah dan semua keputusan yang terbaik hanya ada pada Allah.

Sub Divisi Dakwah – Akhwat SMMC

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *