Apa bahaya peradaban Dajjal?

Share this

SMMC.or.id. — “Dan kami hadapi segala amal yang mereka kerjakan, lalu Kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang beterbangan.” (Qs. Al Furqan:23). Sejak akhir abad ke 18 sebenarnya sudah terpenuhi syarat dan pertanda Akhirul Jaman (dalilnya silahkan baca di E-Book).

Sebagai satu contoh kecil saja, uang kertas itu sangat kejam dan haram. Terdapat 12 ayat tentang Dinar dan 7 ayat soal Dirham. Sedangkan bila bersedekah, mesjid tidak boleh menerima hal-hal yang haram.

Kondisi saat ini yang demikian menumpuknya kotoran Jaman (Dukhn), membuat kita tak bisa hidup tanpa uang kertas, maka disebut UU Darurat Syariah. Namun efeknya tetap ada yaitu pelemahan Iman. Seperti dicekoki minuman keras, tetap mabuk.

Inovasi Ad-Dajjal terakhir adalah “cryptocurrencies” yang lebih berbahaya. Bagaimana dengan lain-lainnya? Apakah masih ada dakwah atau khutbah bicara tentang Riba? Inilah salah satu bukti demikian mengakarnya adab Dajjal dalam kehidupan sehari-hari.

Sesungguhnya pertanda dan solusinya sudah diberikan melalui Al-Qur’an dan ribuan ramalan Rasulullah SAW yang bertitik pada masalah keimanan, sebagai rukun iman ke-5 Islam. Dengan demikian janganlah iman serta akhlak ternodai oleh dukhn (kotoran jaman) sehingga amalan kita seperti yang terkandung di dalam Al-Qur’an “bagaikan debu yang beterbangan”.

Update bagian 4 dari Buku Eskatologi Islam 101

Simak juga:
Update bagian 1
Update bagian 2
Update bagian 3
Update bagian 5
Update bagian 6

 

Kumpulan artikel Eskatologi Islam

Twitter: @Utomo_MI
Facebook: Utomo Muhammad Isa

 

Share this

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *