Rasulullah, Teladan Terbaik Sepanjang Masa

SMMC.or.id. — Dalam diri Rasulullah SAW terdapat akhlak-akhlak yang mulia sehingga beliau menjadi teladan yang baik bagi ummatnya.  Allah SWT berfirman:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah. (QS: Al-Ahzab:21).

Cara paling ampuh menjadi seseorang yang hebat dan mulia, adalah dengan mencontoh kehidupan orang yang paling hebat dan mulia. Dan bagi pemuda pemudi Muslim, tidak ada contoh terbaik untuk memaksimalkan masa muda melainkan sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Dalam kajian “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW” bersama Ustadz Arif Rahman Lubis (founder Teladan Rasul yang juga SMMC 2003) yang dilaksanakan rangka kegiatan Muharram di SMA Negeri 1 Medan pada 18 November 2017 lalu, diperoleh beberapa hal yang bisa dicontoh oleh pemuda pemudi siswa-siswi Muslim Smansa Medan dari sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat muda.

Ustadz Arif Rahman Lubis saat memberikan kajian
MANDIRI

Di usianya yang baru menginjak delapan tahun, beliau diasuh oleh pamannya Abu Thalib. Dan di usia delapan tahun pula beliau memulai jalan kemandiriannya dengan menggembala kambing. Salah satu majikan beliau adalah Ibnu Abi Mu’ith, yang memberi imbalan untuk beliau segenggam kurma atas jasanya menggembala kambing-kambingnya.

Lembah dan gunung-gunung batu di sekitar Mekah, adalah saksi kemandirian kesabaran, ketelatenan, dan kasih sayang beliau kepada binatang-binatang ternak yang beliau gembalakan. Beliau perhatikan mana di antara kambing-kambing itu yang sakit, tidak mau makan, atau tertinggal dari kawanannya.

Maka jadilah pemuda yang mandiri. Di usia SMA, adik-adik harus mulai mandiri. Mungkin tidak serta merta punya penghasilan sendiri, namun mandirilah dalam hal-hal yang bisa dilakukan sendiri. Merapihkan kamar sendiri, mulai belajar memasak beberapa masakan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, menyelesaikan persoalan di sekolah dan pertemanan sendiri, dan bentuk kemandirian lain. Kemandirian yang terus ada pada diri Muhammad shallallahu’alaihi wasallam muda, sampai beliau nantinya dewasa dan memiliki istri dan sahabat-sahabat yang membantunya, tapi beliau tidak canggung untuk menyelesaikan kebutuhannya sendiri.

Kemandirian ini, sangat bermanfaat ketika teman-teman kelak ingin melanjutkan kuliah atau bekerja atau berwirausaha ke tempat yang jauh. Bisa jadi ke Eropa, Amerika, Timur Tengah, Australia, Asia Timur, negara tetangga atau ke pulau lain di luar Sumatera.

Suasana Kajian Muharram di Masjid Ibnu Sina Smansa Medan
MENJELAJAH DUNIA

Traveling merupakan aktivitas mengasyikkan bagi pemuda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ternyata pada saat berusia 12 tahun, sudah melakukan perjalanan ke luar negeri. Beliau membantu pamannya berniaga ke Syam. Jaraknya hampir 2000 kilometer. Beliau melakukan perjalanan bersama kafilah dagang yang membawa barang-barang berharga dari Mekah. Beliau merasakan pengalaman baru. Tidak hanya melihat wilayah-wilayah baru dan mensyukuri kebesaran ciptaan Allah, melainkan juga belajar banyak dari orang-orang yang ditemui dan berinteraksi.

Pemuda pemudi muslim, jelajahi dunia. Syukuri kebesaran ciptaan Allah. Buka wawasan. Raih pengalaman baru. Pelajari hal-hal baru dari orang-orang yang ditemui.

Suasana Kajian Muharram di Masjid Ibnu Sina Smansa Medan
AKTIF DAN SOLUTIF

Usia 15 tahun adalah saat pertama beliau mengikuti peperangan membela bangsanya. Sebagian ahli sejarah mengatakan beliau membantu membawakan panah bagi paman-pamannya, sebagian lagi menyatakan beliau mulai ikut melepaskan anak panah dalam perang itu. Perang itu dikenal dengan Perang Fijjar, yang berlangsung sekitar lima tahun.

Adik-adik bisa bayangkan. Seorang remaja di umur 15 tahun sudah ikut serta dalam membela bangsanya. Sekarang, kalau negara kita hendak dijajah, punyakah keberanian dan kekuatan untuk membelanya? Jangan jauh-jauh ke bela negara jika ada serangan dari luar, terhadap tetangga dan masyarakat sekitar, apakah kita peduli dan tidak apatis? Mulailah menjadi pemuda yang aktif dan solutif. Memberi manfaat kepada sesama.

Aktif dan solutifnya beliau juga ditunjukkan saat beliau bersama beberapa orang di kaumnya ikut menyepakati Perjanjian Hilful Fudhul. Perjanjian perdamaian untuk menghindari pertumpahan darah antara suku-suku Arab. Beliau mengajarkan, usianya boleh muda, tapi kontribusi bagi sekiarnya bisa luar biasa.

Semoga semua kita bisa meneladani Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, khususnya tiga hal yang ada pada diri beliau semenjak beliau remaja.

Suasana Kajian Muharram di Masjid Ibnu Sina Smansa Medan

Disarikan dari Kajian “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW” bersama Ustadz Arif Rahman Lubis (founder Teladan Rasul yang juga SMMC 2003)

Kegiatan Muharram di SMA Negeri 1 Medan yang dilaksanakan Badan Kemakmuran Masjid Ibnu Sina SMAN 1 (Bakmiss) bagian dari GerM SMMC (Generasi Muda SMMC) bekerjasama dengan Fajr Management serta didukung oleh Smansa Medan Muslim Community (SMMC) melalui Program Jum’at Berkah SMMC

Simak berita SMMC lainnya disini

#PengajianSMMC
#Jum’atBerkahSMMC
#BersinergiMembangunNegeri
#BersamaBerdiriDiSMMC

Berminat donasi?

klik >>> whatsapp ke +628887700818>>>